10.10.2011

sebuah cerita tentang masa lalu

Ketika kamu ga tau apa yang saya lalui, ketika kamu ga tau apa yang saya rasakan dan ketika kamu ga tau apa yang saya pikirkan, tolong hentikan membuat asumsi.
Tapi kalau asumsi yang kamu buat bisa dan cukup untuk membuat kamu merasa lebih baik, tolong ingat kembali, saya pernah berjalan di jalan yang kamu lalui saat ini. Saya pernah terpuruk dan membenci semua masa lalu yang ada. Bahkan saya pernah tidak bisa pergi kesuatu tempat hanya karna kenangan.
Bukan, saya bukan sedang membenarkan apa yang saya lakukan. Tapi memang yang saya lakukan tidak ada yang salah. Saya hanya akhirnya memilih apa yang mau saya jalani. Dan merelakan adalah yang saya pilih untuk saat ini. Sama seperti kamu yang telah memilih. Saya merelakan dan memilih sebuah kepastian. Ya kepastian. Sesuatu yang sulit saya dapatkan dulu. Dan merelakan sama sekali bukan hal mudah. Sulit, sangat sulit. Tapi saya memilih menjalankan itu. Entah salah atau benar pilihan saya, biar waktu yang membuktikan. Mari kita jalani yang bisa kita jalani saat ini.
Kamu, semoga kamu baik di sana. semoga suatu hari nanti silaturahim yang sempat terputus ini bisa tersambung kembali. Mungkin secangkir coffee latte dan segelas double choco moca blend serta sebungkus A mild bisa menemani kita duduk di pojokan cafe itu sambil berbagi cerita tentang apa yang terlewat :)

Love,
Nadya
Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments:

Post a Comment